Surprise! (Men’s Health, September 2003)


Dalam cinta, setiap orang memainkan peran yang disukai pasangannya.

Saya sedang berada di dalam sebuah gerai pakaian wanita terkemuka bersama Noni. Great Sale di Mango! Gerai tersebut ramai dengan perempuan-perempuan yang kalap. Sekelompok lelaki berdiri di depan gerai tersebut dengan wajah bosan. Sebagian yang lain bergerak tanpa tujuan seperti kambing dicocok hidungnya – mengikuti pasangannya yang disihir potongan harga.
Dan salah satu kambing dungu itu adalah saya!
“Apa ini terlihat bagus di tubuhku?” tanya Noni mematut-matutkan sebuah gaun seksi di tubuhnya.
“Darling, kamu terlihat seksi dengan atau tanpa apapun”, jawab saya berharap ia segera menjatuhkan pilihannya pada salah satu dari tumpukan pakaian itu dan segera pergi ke tempat yang lebih menyenangkan – coffee shop atau tempat tidur.
“Ah, pasti aku kelihatan gendut,” kata Noni.
“Tidak, sayang. Sungguh kamu tetap menarik dengan gaun model apapun,” bujuk saya cemas sambil mencuri lirik ke tubuh seorang gadis belia beberapa langkah di belakang Noni.
“Aku tahu kamu benar-benar bosan. Tapi kamu baik sekali. Aku benar-benar terkesan,” kata Noni.
Perkataan tentang penampilan dan apapun yang menyangkut dengan bentuk tubuh Noni harus bisa membangkitkn kepercayaan dirinya atau berakibat fatal. Sepanjang berhubungan dengan perempuan, kesalahan kecil bisa menjadi maklumat perang.
Siksaan ini harus saya jalani sampai tiga jam kemudian…..dan apa yang akhirnya Noni beli adalah sepasang sepatu dan bubble tea!

=====================
“Perempuan mungkin bisa berbohong soal orgasme. Tetapi lelaki bisa berbohong dalam seluruh relationship.” – Sharon Stone –
=====================

Saya sudah menjalin hubungan dengan Noni dalam waktu yang cukup lama. Tetapi saya tetap tidak bisa paham cara berpikir Noni. Untuk hal-hal yang sepele ia sering terlalu serius mempersoalkannya. Dan sebaliknya terlalu sederhana untuk hal-hal yang rumit. Kami sering bertengkar karena hal-hal yang sepele. Hal sederhana – seperti salah mengambil kelokan – bisa membuat saya harus menyetir di bawah omelannya sepanjang perjalanan dan menghancurkan seluruh malam kebersamaan kami.
Bagi seorang pria hanya ada tiga hal yang bisa dilakukan selama berkaitan dengan perempuan: mencintai mereka, sengsara untuk mereka, atau menjadikan mereka sebagai bahan tulisan. Dan saya sudah melewati semuanya selama hubungan saya dengan Noni.
Saya tahu bahwa sulit bagi kami untuk melanjutkan hubungan ini sampai ujung – pernikahan. Tapi entah kenapa tidak juga muncul keinginan saya untuk meninggalkan Noni. Saya kira saya mencintainya meskipun saya sendiri tidak terlalu setia untuk hal itu. (Beberapa perempuan juga sudah mengisi hari-hari saya tanpa Noni – tiba-tiba saya jadi ingat Lenny.) Tetapi siapa yang tahu apa yang menanti di ujung kehidupan cinta seseorang? Terlebih dari itu, untuk apa meninggalkan seseorang yang begitu imajinatif di tempat tidur (bila Dewi Cinta itu benar-benar ada ia pasti belajar bercinta dari Noni?)
Diam-diam kami sepakat untuk tidak mempersoalkan kelanjutan hubungan kami secara terlalu serius. Mungkin kami sudah sama-sama letih dan memilih untuk bergerak begitu saja mengikuti arus hubungan kami.

=====================
“Seks itu seperti permainan bridge: jika Anda tidak punya partner yang baik, sebaiknya Anda punya tangan yang trampil”. – Charles Pierce –
=====================

Akhirnya saya sampai pada kejutan yang dipersiapkan Noni yang sudah dijanjikannya sejak sebelum ia berangkat ke Manado untuk tugas luar kotanya. Saya sempat kecewa ketika Ini ternyata hanya sebuah makan malam penuh lilin di apartemen Noni. Bagaimanapun juga saya tetap merasa ini tidak masuk akal. Jadi penderitaan yang saya alami selama beberapa jam tadi hanya untuk makan malam di apartemen Noni? (Syukurlah saya tidak memasuki sebuah ruangan gelap yang kemudian tiba-tiba benderang dan gerombolan orang bodoh dengan dandanan badut muncul bersama teriakan “surprise!”.)
“So, bagaimana lasagna buatanku tadi, sayang?” tanya Noni sambil memainkan ujung jarinya memutari bibir gelas berisi red wine.
Lasagna tadi rasanya benar-benar tidak enak. Pipi saya terasa pegal karena harus pura-pura mengunyah dengan penuh semangat sepanjang makan malam tadi.
“Hebat! Kapan kamu mulai belajar masak?” saya balik bertanya agar terhindar dari keharusan untuk memberikan jawaban lebih lanjut. Saya juga perlu waktu untuk menemukan jawaban dan mempersiapkan mimik muka yang tepat bila Noni tidak puas dengan jawaban itu.
“Thanks, gorgeous. Itu baru kejutan pertama yang aku siapkan untukmu malam ini.” kata Noni.
Oh, tidak! Jadi masih ada yang lain? Semoga bukan porsi makanan yang lain. Semoga perangkat audio terbaru.

=====================
Setiap wanita -yang mengira jalan untuk memenangkan hati seorang pria adalah melalui perutnya-, mereka terlalu tinggi sekitar 10 cm. – Adrienne E. Gusoff –
=====================

“Bagaimana dengan kejutan yang terakhir tadi?” tanya Noni setelah sebuah eksperimen yang panjang dan penuh keringat di tempat tidur tadi. Saya tidak tahu darimana Noni bisa tahu fantasi seksual saya. (Saya harus lebih rapi menyimpan rahasia.)
“Wow!” jawab saya sambil menghela nafas seperti lolos dari ancaman yang paling ironis – gagal jantung di tempat tidur.
“Apa maksudnya itu?” tanya Noni sambil tertawa dengan kebinalan yang pasti akan membuat lelaki manapun akan melakukan apa saja untuk bisa menggantikan tempat saya sekarang ini.
Seks selalu menjadi yang terbaik dalam hubungan saya dengan Noni. Setiap perpisahan dalam waktu beberapa lama atau sebuah pertengkaran kecil selalu membuat seks menjadi lebih berapi-api di antara kami.
“Ngomong-ngomong, untuk apa semuanya ini, darling?” tanya saya.
“Tidak ada yang istimewa. Hanya sebuah kejutan sederhana,” jawab Noni.
“Ayo kita lanjutkan ke shower, sayang,” kata saya, memutuskan untuk tidak mempersoalkannya lebih lanjut.

=====================
“Jika Anda mandi bersama pacar Anda, saya jamin begitu keluar dari kamar mandi payudara Anda akan bersih berkilat.” – Sarah Silverman –
=====================

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: