Jalan Menurun (Men’s Health, Oktober 2004)


Tidak ada cara yang tepat untuk menyampaikan kabar buruk.

Ini sudah berlangsung lebih dari tiga bulan. Sejak hubungan saya dengan Noni berada pada fase yang dingin dan tidak bergairah. Saya menyukai Noni – sangat. Tetapi, mungkin juga setiap hubungan akhirnya akan sampai pada jalan yang menurun tajam.
Saya, tanpa alasan yang jelas, malas untuk berduaan dengan Noni. Pembicaraan kami di telepon tidak lagi menghanyutkan sebagaimana biasa saya rasakan. Seks juga tidak membantu – saya seperti kehilangan selera untuk melakukannya beberapa kali putaran sebagaimana biasa kami lakukan.
Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tidak ada pertengkaran di antara kami. Tidak ada juga seorang perempuan yang menyelinap di tengah kami. Tidak ada sesuatu apapun kecuali rasa bosan yang tiba-tiba menyerobot.

=====================
“Kejemuan adalah motivator terhebat.”
– Uma Thurman –
=====================

Di hari keseratus limabelas, keadaan tidak juga membaik. Dan Noni malah pergi lagi keluar kota. Sementara saya menghabiskan sore di akhir pekan sendirian, membaca koran dengan bosan di sudut sebuah gerai kopi.
Entah bagaimana, saya merasa seorang perempuan, tepat duduk di meja seberang saya, sedang menatap saya dalam-dalam. Saya mencoba mengingat-ingat. Dimana saya pernah kenal dia? Salah seorang perempuan yang pernah tidur dengan saya? Atau ia hanya sedang menatap dengan pandangan kosong pada pot kembang di belakang saya?
“Rasanya saya pernah melihat Anda di suatu tempat.” katanya sambil menyebut nama sebuah gym ketika saya menghampiri mejanya untuk memastikan.
Manda, 26 tahun, gemar membaca buku (ia bisa membaca buku dengan kecepatan seorang editor). Senyumnya cerah. Rasanya sukar untuk menolaknya bila ia ingin terjun bebas begitu saja ke dalam kehidupan cinta saya. (Apa hubungan saya dengan Noni telah membuat saya begitu “jinak” sehingga tidak menyadari kehadiran makhluk cantik seperti Manda di dalam gym yang sama?)
“Ohyah? Maaf, saya tidak ingat. Tapi mungkin saja. Saya memang beberapa kali berlatih di sana,” jawab saya.

=====================
“Anda sudah mencoba, dan Anda gagal. Jadi pelajaran yang bisa ditarik dari situ adalah: jangan pernah mencoba.”
– Homer J. Simpson –
=====================

Selepas itu, kami terlibat dalam pembicaraan yang intens dan memutuskan untuk memindahkan obrolan kami ke sebuah lounge. Entah dimulai dari mana, percakapan kami sampai pada hubungan antara lelaki dan perempuan – antara dia dan pacarnya dan antara saya dengan Noni.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi. Belakangan ini dia menjadi begitu posesif dan mengekang,” katanya.
“Mungkin itu pertanda dia tidak mau kehilangan kamu.”
“Entahlah. Tetapi belakangan ini benar-benar menggangguku.”
“Lantas bagaimana dengan ceritamu sendiri?” tanyanya kemudian.
“Tidak ada yang istimewa kecuali sedikit rasa bosan yang tidak terlalu serius,” jawab saya. Kemudian tanpa bisa menahan diri cerita itu mengalir dari mulut saya. Tentang kebosanan, saya yang kehilangan gairah, dan hubungan saya dengan Noni yang tidak lagi menghentak.
“Mungkin kamu hanya butuh waktu sebentar untuk hal-hal yang baru di luar kehidupan kamu bersama Noni,” katanya.

=====================
“Lelaki itu seperti wine pilihan. Asalnya dari anggur varitas unggul, dan kita harus memerasnya dengan cara menginjak-injaknya. Lalu menyimpannya di tempat gelap sampai cukup matang untuk menjadi teman makan malam yang menyenangkan.”
– Woman’s Quote of the Day –
=====================

Apakah perasaan saya terhadap Noni tidak lagi seperti dulu? Apakah api dalam hubungan kami sudah mati? Saya tidak tahu. Mungkin Manda benar bahwa saya membutuhkan waktu untuk diri saya sendiri – menjauh sejenak dari Noni.
Saya kira ini seperti permainan layang-layang. Selalu ada angin yang berubah. Selalu ada tarik dan ulur supaya layang-layang itu tetap mengudara. Seharusnya saya dan Noni melakukan permainan ini bersama-sama – menukik dan mengapung – sebelum hubungan kami menukik terlalu tajam, tersangkut di tiang listrik, dan putus. Tetapi bagaimana caranya mengatakan kepada Noni bahwa saya sedang bosan dan sedang butuh waktu sendirian, membuatnya percaya bahwa saya pasti akan kembali dan semua pasti akan baik-baik saja, tanpa membuat dia bereaksi seperti nenek sihir?
“Aku benci untuk mengakuinya bahwa perempuan memang hanya suka kejujuran yang indah-indah saja,” kata Manda.
Yah, Anda tidak bisa berharap terlalu banyak. Perempuan menuntut Anda untuk selalu jujur kepada mereka sekaligus menginginkan Anda mengatakan hal-hal yang indah – tepatnya apa yang ingin mereka dengar. Jujur dan indah – sebuah idealisasi yang tidak akan bekerja bila salah satunya tidak eksis. Kejujuran tidak selalu baik untuk Anda. Hal yang indah (artinya Anda membohongi Dia) sama tidak baiknya – walaupun setidaknya lebih aman.

=====================
“Perempuan itu seperti wine pilihan. Awalnya selalu terasa menyegarkan, padat dengan citarasa buah dan memabukkan. Kemudian, seiring dengan pertambahan usia, mereka menjadi semakin terasa berat dan masam sehingga membuat Anda sakit kepala.”
– Men’s Counter-Quote of the Day –
=====================

Setelah obrolan berjam-jam yang melarutkan, sebotol Riunite Lambrusco, dan aliran darah yang memanas, saya dan Manda seperti terpaut pada gagasan subversif yang sama terhadap pasangan kami masing-masing.
“Sepertinya kita sama-sama sedang membutuhkan udara segar. Kenapa kita tidak sama-sama mencari hari libur dan menghirup tantangan baru?” seru Manda.
Entah apa maksudnya dan kemana arah pertanyaan Manda tersebut. Tetapi itu sebuah tawaran yang menarik. Saya kira saya akan memilih jalan yang lebih aman – refreshing keluar kota bersama Manda tanpa sepengetahuan Noni lalu menata-ulang lagi hubungan kami setelah suasana hati saya lebih segar. Kebohongan tidak akan melukai Anda bila Anda tidak tahu, bukan? (Catatan: sejauh kebohongan itu adalah kebohongan yang sempurna).

=====================
“Jika awalnya Anda gagal, lakukanlah lagi dengan sedikit kecurangan, ulangi lagi sampai Anda tertangkap, lalu berbohonglah!”
– Anonim –
=====================

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: