Serigala Yang Kecewa


ADALAH seekor serigala yang sangat lapar. Demikian laparnya. Lambungnya seperti diremas-remas oleh tangan raksasa. Maka ia memutuskan untuk turun ke kampung di tepi hutan itu untuk mencuri ternak. Menjelang akhir tepian hutan, menjelang masuk ke tepian kampung, ia melolong panjang memperdengarkan kehadirannya dari balik kabut. Di dekat sebuah rumah paling tepi di kampung itu ia mendengar suara tangis seorang bocah kecil. Ia juga mendengar nenek si bocah menghardik mencoba mendiamkannya,”Berhentilah menangis, cucuku. Kalau kau tidak berhenti juga menangis, nenek akan menyerahkanmu kepada serigala yang melolong-lolong lapar itu”.

Mendengar kata-kata si nenek, serigala itu memutuskan untuk berhenti berburu. Daripada berlelah-lelah mengintai dan mengejar buruan lebih baik menunggu saja sampai nenek itu memberikan cucunya, pikir serigala itu. Maka iapun menunggu dekat rumah kecil di tepi kampung itu.

Sampai malam ia menunggu. Perutnya semakin melilit diremas-remas tangan raksasa yang tinggal di dalam perutnya yang semakin ganas itu. Si nenek tidak juga muncul menyerahkan cucunya kepada si serigala. “Ah, barangkali ia tidak mengetahui kehadiranku,” demikian pikir si serigala. Maka iapun beranjak semakin mendekat sampai ke sisi jendela rumah. Di sana ia menanti sambil memperdengarkan lolongannya. Sepi. Tidak ada satu suarapun yang ia dengar kecuali bunyi serangga-serangga malam. Maka ia kembali memperdengarkan lolongannya untuk memastikan si nenek mengetahui kehadirannya. Si bocah kecil di dalam rumah pun terdengar menangis lagi ketakutan mendengar lolongannya. Si serigala akhirnya mendengar si nenek berkata,”Sudahlah, cucuku. Berhentilah menangis. Jangan takut. Aku tidak akan menyerahkanmu kepada serigala itu. Kalau serigala itu berani mendekat, biar nanti nenek akan membunuhnya”. Serigala itupun kecewa mendengarnya. Ia tidak lagi percaya kepada manusia. Manusia hanya bisa berkata-kata, pikirnya. Ia berlari masuk kembali ke dalam hutan bersama kekecewaannya yang menyesakkan dada.

(Didedikasikan untuk Darmanto Jatman)

Reblog this post [with Zemanta]
Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: