Inferno (Cinta Yang Tak Mau Mati – Sekuel 3)


15 Mei 2006, 02.00 pagi. Baru saja menjajal Dante’s inferno test – sebuah tes yang diilhami dari Inferno karya Dante Alligiery. Dan hasilnya…..aku masuk ke neraka level 2. Berita bagusnya: aku bersama Helen of Troydi situ. Berada di neraka bersama seorang wanita cantik yang diperebutkan di dalam sebuah perang paling legendaris dalam sejarah manusia nampaknya bukan nasib yang terlalu buruk. Sebuah ramalan yang cukup bagus untuk memulai minggu ini. Sebuah neraka dan seorang wanita maha cantik rasanya masih lebih baik dari berjalan tanpa tujuan di minggu-minggu tanpa seorangpun di sisimu – neraka yang lebih jahanam.

16 Mei 2006, 01.00 AM. What a day!

17 Mei 2006, 03.15 AM. Deadline keparat! Aku baru sampai di rumah jam 3 pagi.

17 Mei 2006, 11.00 AM. Hari ini lebih baik. Deadline selesai jam 20.00.

18 Mei 2006, 09.00 PM. Menulis ini di kantor. Aku bangun dengan rasa sakit yang parah di dada. Sebuah ingatan kembali menikam tanpa ampun. Kenapa belum juga mau pergi? Kenapa masih saja menghantui hari-hariku dengan bayangan bahagia yang menyakitkan itu?

19 Mei 2006, 12:00 AM. Direktur perusahaan panik. Seorang staf mengajukan surat berisi tuntutan gaji yang tidak masuk akal. Bukan tidak masuk akal untuk kebutuhan hidup, tetapi tidak masuk akal dengan kontribusinya yang biasa-biasa saja. Aku menerima telpon kepanikan itu ketika ada di dalam taksi. Jam 11 siang. Baru saja keluar dari rumah menuju kantor. Setiba di kantor bergegas membereskan masalah ini.

Sementara itu ada tawaran untuk memulai karir yang baru. Tawaran yang menarik. Tetapi kenapa selalu bingung ketika sampai di sebuah persimpangan? Apakah aku sudah kehilangan keberanian untuk mencoba hal-hal baru yang masih kabur? Bukankah ini kesempatan untuk lari dari bayang-bayangmu yang selalu membuat aku murung di akhir pekan? Ataukah karena aku diam-diam masih ingin menunggu di sini dan berharap suatu hari kamu akan datang dan mengetuk pintu rumahku?

20 Mei 2006, 01.00 AM. Baru saja makan malam dan nonton bersama seseorang yang mencintai aku. Entah kenapa ia masih juga mencoba menyelinap ke dalam hatiku. Padahal ia tahu bahwa kamu masih menguasai tempat itu sepenuhnya meskipun kamu sudah tidak ada lagi di sini. Apa yang kamu lakukan malam ini di sudut sana?

21 Mei 2006, 20.16 AM. Kerinduan itu menyeruak lagi tanpa ampun. Aku ingat ujung Victorinox hadiahmu yang terasa dingin di kulit dadaku. Ini bukan neraka berisi Helen of Troy! Ini minggu yang sama seperti minggu-minggu kemarin. Saat-saat bayanganmu datang namun tetap tak terjangkau. Apakah kamu masih menyimpan kenangan itu sepenuh cinta? Atau sudah membuangnya ke tong sampah masa lalu? ****

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: