KEKHAWATIRAN akan matinya media cetak karena gerusan perubahan pola konsumsi media semakin memuncak di belahan dunia Barat. Apalagi setelah beberapa koran di Amerika, satu demi satu, tidak mampu bertahan – readership menurun, pemasukan dari iklan pun semakin berkurang – dan akhirnya ditutup. Berbagai seminar dan debat telah diselenggarakan untuk mencari jalan keluar dan menyelamatkan media cetak dari kematian. Solusi yang ditawarkan pun bermacam-macam. Ada yang bilang bahwa media cetak juga harus punya dukungan dari versi onlinenya untuk bertahan hidup, atau menyempitkan diri dalam ceruk pasar yang sangat tersegmentasi, mengembangkan model media yang lebih interaktif dengan mempromosikan citizen journalism, memperkuat sisi grafisnya untuk memperkuat content dan menjadi lebih menarik untuk dibaca, sampai saran untuk menjadi media gratis.

Jadi apa yang ditawarkan oleh teknologi untuk menyelamatkan media cetak? Salah satunya adalah Kindle 2. Ini adalah Kindle generasi kedua. Tapi karena posting ini tidak akan membicarakan Kindle 2 ini secara khusus maka saya tidak membahasnya secara detail. Dengan alat berbobot sekitar 289 gram ini Anda bisa membaca bukan saja buku, tetapi juga koran. Tebalnya tidak sampai 1 cm, hanya sekitar 0,7 cm. Dilengkapi dengan wifi yang membuat Anda bisa mendownload buku atau koran yang ingin Anda baca (hampir) di mana saja. Tentunya Anda harus membayar kepada Amazon ketika mendownload media yang ingin Anda baca. Namun harga yang Anda harus bayar tentu saja lebih murah daripada bila Anda membeli versi cetaknya. Untuk buku, misalnya, rata-rata harga Kindle-nya adalah 9,9 dolar, sementara harga versi cetaknya adalah sekitar 20-an dolar. Mengenai koran, Amazon menawarkan berlangganan berbagai koran terkemuka di dunia, seperti New York Times, Le Monde, Financial Times, dan USA Today.

New York Times, koran yang paling agresif mencari solusi untuk menyelamatkan bisnis media cetak yang sekarat, adalah koran yang meraih angka terbanyak untuk pelanggan lewat Kindle. Sedangkan The Wall Street Journal ada di urutan kedua dengan hampir 5000 subscriber sampai hari ini. Jadi kelihatannya memang ada peluang dalam teknologi bagi media cetak.

Tentu saja Kindle tetap akan dicemooh oleh para fans fanatik media cetak yang terbiasa membaca koran di toilet. Belum lagi pertanyaan besar: apakah pembaca yang terbiasa mendapatkan informasi gratis dari internet bersedia untuk membayar layanan informasi dengan model bisnis seperti Kindle?***Related articles by Zemanta

Reblog this post [with Zemanta]
Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: