Tarun Tahiliani: Gagasan Memadukan Batik dengan Identitas India


===================
Note: Ini juga sebuah eksperimen jurnalisme multimedia yang saya coba lakukan minggu lalu. Belum sempurna benar karena belum memasukkan elemen suara dan teks untuk bisa dibilang karya multimedia yang lengkap. Video yang ditampilkan merupakan potongan-potongan momen yang saya rekam dengan fitur video recorder pada kamera saku Canon IXUS 65. Video ini dibuat dengan menggunakan program iMovie pada Macbook. Saya sendiri baru pertama kali ini mengenal dan menggunakan program tersebut. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 60 menit untuk membuat video seperti di bawah ini.

===================


BILA
tekstil dan fashion India menjadi lebih dikenal oleh dunia internasional, Tarun Tahiliani adalah salah satu desainer terkemuka India yang berjasa dalam hal itu. Dengan bakatnya, Tarun Tahiliani telah mengubah tekstil dan teknik fashion India ke dalam bentuk dan struktur yang lebih modern dan inovatif sehingga melahirkan karya fashion yang lebih kontemporer. Desain fashion Tarun dikenal memiliki ciri high fashion dan memiliki sensibilitas murni yang tanpa cela, dengan gaya, keahlian, kualitas dan kehalusan yang prima.

Desainer terkemuka India yang pada tahun 80-an pernah bekerja di perusahaan keluarganya ini, -menjual peralatan pengeboran minyak -, mencipta kreasi originalnya dari perenungan tentang situasi India pascakolonial, kebangkitan kembali sosialisme dan sebuah identitas baru….definisi baru menjadi seorang India. Pencarian identitas tersebut membawa Tarun pada titik awal penyelidikan ke dalam dirinya sendiri, ke dalam akarnya dan lahir kembali dengan identitas baru yang lebur jadi satu. Itu adalah waktu lahirnya Ensemble – gagasan yang menjadi pendorongnya untuk bertindak sebagai katalisator bagi desainer fashion di luar India.


Ensemble merupakan toko multimerek pertama yang mendorong retail ke standard internasional. Gagasan tersebut mendesak perancang fashion India untuk tidak mengkhawatirkan apa yang dituntut oleh label-label asing dan juga mendesak mereka untuk mulai menempa entitas desain non-India.

Setelah menelurkan gagasan tersebut, Tarun kembali belajar di Fashion Institute of Technology, New York. Kembali ke India, pada tahun 1995, Tarun mendirikan studio di New Delhi, kota yang menurut Tarun adalah pusat fashion India.

Rancangan fashion desainer yang pernah belajar bisnis di di Wharton School of Business, University of Pennsylvania, ini adalah konsep yang melibatkan lingkaran kegembiraan yang dimotivasi oleh kecintaannya pada desain, pada segala sesuatu yang indah. Rancangannya menonjolkan pada unsur elegan, paduan warna yang mapan, dan berkelas.

Di sela-sela kunjungan ke Cita Tenun Indonesia, Allure, dan Alun-Alun Grand Indonesia (1-2 Juni 2009), Tarun mempertegas pilihan untuk mencipta karya-karya fashion yang elegan dan berkelas dengan menjatuhkan pilihan pada kain tenun dan batik dengan warna-warna yang tajam dan menonjolkan kemapanan bagi orang yang mengenakannya. Tinggal kita menunggu bagaimana corak batik dan kain tenun Indonesia berpadu dengan identitas India di tangan Tarun. Pastinya sesuatu yang memang layak ditunggu.

Reblog this post [with Zemanta]
Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: