Posts Tagged ‘Berita’


SAAT posting ini ditulis, hashtag #iranelection naik peringkat menjadi topik paling tren dalam perbincangan di twitter. Padahal sekitar jam 7 sore tadi, posisinya masih berada di bawah #musicmonday. Masalah hasil pemilihan presiden di Iran dan demonstrasi yang berlangsung mengikutinya menempatkan tiga topik dalam sepuluh topik paling tren di twitter (#iranelection di urutan pertama, tehran di urutan ketiga, dan mousavi di urutan ke tujuh). Continue Reading »


===================
Note: Ini juga sebuah eksperimen jurnalisme multimedia yang saya coba lakukan minggu lalu. Belum sempurna benar karena belum memasukkan elemen suara dan teks untuk bisa dibilang karya multimedia yang lengkap. Video yang ditampilkan merupakan potongan-potongan momen yang saya rekam dengan fitur video recorder pada kamera saku Canon IXUS 65. Video ini dibuat dengan menggunakan program iMovie pada Macbook. Saya sendiri baru pertama kali ini mengenal dan menggunakan program tersebut. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 60 menit untuk membuat video seperti di bawah ini.

===================

Malini Ramani adalah seorang desainer pemberontak yang tidak kenal menyerah. Karya-karya desainnya mencerminkan pendirian dan keyakinan yang kuat – mengikuti kata hati, menerabas kelaziman dan disisipi keceriaan perayaan kehidupan. Tidak heran bila notasi fashion yang dirancangnya selalu bersifat original, meletup-letup penuh semangat dengan rampai warna dan gemerlap.

Continue Reading »


===================
Note: Ini juga sebuah eksperimen jurnalisme multimedia yang saya coba lakukan minggu lalu. Belum sempurna benar karena belum memasukkan elemen suara dan teks untuk bisa dibilang karya multimedia yang lengkap. Video yang ditampilkan merupakan potongan-potongan momen yang saya rekam dengan fitur video recorder pada kamera saku Canon IXUS 65. Video ini dibuat dengan menggunakan program iMovie pada Macbook. Saya sendiri baru pertama kali ini mengenal dan menggunakan program tersebut. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 60 menit untuk membuat video seperti di bawah ini.

===================


BILA
tekstil dan fashion India menjadi lebih dikenal oleh dunia internasional, Tarun Tahiliani adalah salah satu desainer terkemuka India yang berjasa dalam hal itu. Dengan bakatnya, Tarun Tahiliani telah mengubah tekstil dan teknik fashion India ke dalam bentuk dan struktur yang lebih modern dan inovatif sehingga melahirkan karya fashion yang lebih kontemporer. Desain fashion Tarun dikenal memiliki ciri high fashion dan memiliki sensibilitas murni yang tanpa cela, dengan gaya, keahlian, kualitas dan kehalusan yang prima.

Desainer terkemuka India yang pada tahun 80-an pernah bekerja di perusahaan keluarganya ini, -menjual peralatan pengeboran minyak -, mencipta kreasi originalnya dari perenungan tentang situasi India pascakolonial, kebangkitan kembali sosialisme dan sebuah identitas baru….definisi baru menjadi seorang India. Continue Reading »


===================
Note: Ini adalah eksperimen jurnalisme multimedia yang saya coba lakukan minggu lalu. Belum sempurna benar karena belum memasukkan elemen suara dan teks untuk bisa dibilang karya multimedia yang lengkap. Video yang ditampilkan menggunakan foto-foto hasil jepretan Paulinus (Sipe) sebagai materi pokok. Video ini dibuat dengan menggunakan program Windows Media Maker. Saya sendiri baru pertama kali ini mengenal dan menggunakan program tersebut. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 30-60 menit untuk membuat video seperti di bawah ini.
===================

SELASA malam kemarin (2 Juni 2009), di kediaman Duta Besar India Biren Nanda, berlangsung sebuah pesta kecil yang diadakan untuk memperkenalkan Tarun Tahiliani dan Malini Ramani kepada publik Indonesia. Continue Reading »


BERITA di Kompas hari ini (2/3) menyebutkan ada enam rusunami (rumah susun hak milik) akan disegel. Penyegelan enam rusunami tersebut akan menyusul penyegelan terhadap rusunami di kawasan Kalibata. Dalam berita itu disebutkan bahwa penyegelan dilakukan terkait dengan masalah IMB rusunami yang bersangkutan belum beres. Ada pertanyaan yang muncul terkait dengan pemberitaan Kompas tersebut. Narasumber utama dalam berita tersebut adalah Kepala Suku Dinas P2B Jaksel Widiyo Dwiyono.

Narasumber tersebut berbicara juga tentang rencana penyegelan enam rusunami di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Saya meragukan kredibilitas narasumber tersebut dalam memberikan keterangan. Seperti pertanyaan saya di atas, apakah seorang pejabat di wilayah Jakarta Selatan berwenang untuk berbicara tentang masalah yang ada di wilayah yang berada di luar kewenangannya? Sebagai Kepala Suku Dinas P2B Jakarta Selatan, apakah yang bersangkutan juga punya wewenang untuk berbicara tentang area kerja sejawatnya di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, meskipun narasumber tersebut memang mengutip catatan Kementerian Negara Perumahan Rakyat?

Masalahnya adalah, menurut berita Kompas tersebut, Widiyo Dwiyono menyebutkan bahwa salah satu rusunami yang IMB-nya bermasalah di wilayah Jakarta Utara adalah rusunami di Kelapa Gading, tepatnya di Jalan Pegangsaan. Padahal setahu saya, hanya ada satu rusunami di situ, yaitu Gading Nias Residence. Dan saya tercatat sebagai salah satu pembeli unit di rusunami tersebut!

Namun, terlepas dari masalah kredibilitas narasumber Kompas tersebut, masalah IMB rusunami yang dipersoalkan dalam berita ini membawa saya untuk bertanya tentang kebecusan birokrasi pemerintahan kita. Bukankah rusunami merupakan bagian dari proyek 1000 menara rumah susun yang telah dicanangkan oleh Pemda DKI Jakarta beberapa waktu lalu? Bukankah peluncuran rusunami, khususnya Gading Nias Residence, juga dihadiri oleh beberapa pejabat teras pemerintahan (Jusuf Kalla juga hadir lho!) ? Bagaimana mungkin pejabat-pejabat teras tersebut bisa menghadiri peluncuran rusunami yang bermasalah? Bagaimana bisa saya mendapatkan kucuran kredit dari bank untuk membeli unit rusunami tersebut apabila masih ada masalah IMB yang menggantung? Singkatnya, atas dasar alasan apa sebuah bank bersedia bekerjasama untuk mendanai proyek-proyek yang bermasalah?

Apa maksud berita ini sebenarnya? Apakah sekedar masalah IMB beberapa rusunami yang belum beres? Apakah masalah beberapa pejabat yang belum mendapatkan “jatah”? Atau hanya soal birokrasi pemerintahan kita yang benar-benar brengsek?

Republik ini sungguh-sungguh tidak masuk akal!

Reblog this post [with Zemanta]

Poster Promo Surfer Girl di La Piazza. Diskon sampai 80% menyambut liburan sekolah. Entah kealpaan atau kesengajaan. Scool Holiday?

Lepas dari kealpaan atau kesengajaan di atas, beberapa hari lalu saya menerima sms dari sebuah bank. Isinya: sebagai pemegang kartu kredit tertentu (saya malas menyebut nama penerbit kartu kreditnya) saya bisa beli produk elektronik di Carrefour dengan diskon sampai dengan 20%. Kebetulan mesin cuci di rumah sudah rusak. Jadi, pada hari Minggu (15/06), saya pergi ke Carrefour untuk lihat-lihat mesin cuci yang saya butuhkan. Siapa tahu dapat yang murah-meriah plus tambahan diskon. Sebelumnya, saya menelpon layanan pelanggan bank penerbit kartu kredit tersebut untuk memastikan kebenaran sms yang saya terima, sekaligus meminta informasi yang lebih lengkap. Siapa tahu saja ada hal yang tidak disampaikan melalui sms tersebut. Dan informasi yang terima melalui telepon tersebut kelihatannya tidak ada masalah. Semua baik-baik saja. Saya bisa mendapatkan mesin cuci baru dengan diskon 20%.

Ternyata produk elektronik yang mendapat diskon khusus tersebut hanya produk Sharp, tidak untuk produk elektronik merek lain. Itu pun hanya diskon 15%! Sialnya, setelah bertanya-tanya penuh harap kepada pihak Carrefour, tidak ada mesin cuci Sharp yang diskon 20%. (Bagi saya, itu artinya kesempatan saya mendapatkan diskon 5% telah dirampok). Dan segala benefit itu hanya bisa saya dapatkan pada hari itu saja. (Sebagai orang Indonesia, saya hanya bisa bilang, “Untung saya datang hari itu”).

Pelajaran yang saya petik hari itu adalah, pertama, siap-siaplah kecewa bila Anda percaya pada kata “sampai dengan” yang tertera pada promosi dan, kedua, siap-siaplah kecewa pada kata-kata yang tidak spesifik seperti “produk elektronik”, “produk fashion”, dsb.

Untunglah saya masih mendapatkan fasilitas kredit 0% selama 12 bulan.Related articles by Zemanta

Reblog this post [with Zemanta]