Posts Tagged ‘citizen journalism’


SAAT posting ini ditulis, hashtag #iranelection naik peringkat menjadi topik paling tren dalam perbincangan di twitter. Padahal sekitar jam 7 sore tadi, posisinya masih berada di bawah #musicmonday. Masalah hasil pemilihan presiden di Iran dan demonstrasi yang berlangsung mengikutinya menempatkan tiga topik dalam sepuluh topik paling tren di twitter (#iranelection di urutan pertama, tehran di urutan ketiga, dan mousavi di urutan ke tujuh). Continue Reading »

Advertisements

Wolfram Alpha for journalists

Posted using ShareThisRelated articles by Zemanta

Reblog this post [with Zemanta]

BERITA di Kompas hari ini (2/3) menyebutkan ada enam rusunami (rumah susun hak milik) akan disegel. Penyegelan enam rusunami tersebut akan menyusul penyegelan terhadap rusunami di kawasan Kalibata. Dalam berita itu disebutkan bahwa penyegelan dilakukan terkait dengan masalah IMB rusunami yang bersangkutan belum beres. Ada pertanyaan yang muncul terkait dengan pemberitaan Kompas tersebut. Narasumber utama dalam berita tersebut adalah Kepala Suku Dinas P2B Jaksel Widiyo Dwiyono.

Narasumber tersebut berbicara juga tentang rencana penyegelan enam rusunami di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Saya meragukan kredibilitas narasumber tersebut dalam memberikan keterangan. Seperti pertanyaan saya di atas, apakah seorang pejabat di wilayah Jakarta Selatan berwenang untuk berbicara tentang masalah yang ada di wilayah yang berada di luar kewenangannya? Sebagai Kepala Suku Dinas P2B Jakarta Selatan, apakah yang bersangkutan juga punya wewenang untuk berbicara tentang area kerja sejawatnya di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, meskipun narasumber tersebut memang mengutip catatan Kementerian Negara Perumahan Rakyat?

Masalahnya adalah, menurut berita Kompas tersebut, Widiyo Dwiyono menyebutkan bahwa salah satu rusunami yang IMB-nya bermasalah di wilayah Jakarta Utara adalah rusunami di Kelapa Gading, tepatnya di Jalan Pegangsaan. Padahal setahu saya, hanya ada satu rusunami di situ, yaitu Gading Nias Residence. Dan saya tercatat sebagai salah satu pembeli unit di rusunami tersebut!

Namun, terlepas dari masalah kredibilitas narasumber Kompas tersebut, masalah IMB rusunami yang dipersoalkan dalam berita ini membawa saya untuk bertanya tentang kebecusan birokrasi pemerintahan kita. Bukankah rusunami merupakan bagian dari proyek 1000 menara rumah susun yang telah dicanangkan oleh Pemda DKI Jakarta beberapa waktu lalu? Bukankah peluncuran rusunami, khususnya Gading Nias Residence, juga dihadiri oleh beberapa pejabat teras pemerintahan (Jusuf Kalla juga hadir lho!) ? Bagaimana mungkin pejabat-pejabat teras tersebut bisa menghadiri peluncuran rusunami yang bermasalah? Bagaimana bisa saya mendapatkan kucuran kredit dari bank untuk membeli unit rusunami tersebut apabila masih ada masalah IMB yang menggantung? Singkatnya, atas dasar alasan apa sebuah bank bersedia bekerjasama untuk mendanai proyek-proyek yang bermasalah?

Apa maksud berita ini sebenarnya? Apakah sekedar masalah IMB beberapa rusunami yang belum beres? Apakah masalah beberapa pejabat yang belum mendapatkan “jatah”? Atau hanya soal birokrasi pemerintahan kita yang benar-benar brengsek?

Republik ini sungguh-sungguh tidak masuk akal!

Reblog this post [with Zemanta]

Poster Promo Surfer Girl di La Piazza. Diskon sampai 80% menyambut liburan sekolah. Entah kealpaan atau kesengajaan. Scool Holiday?

Lepas dari kealpaan atau kesengajaan di atas, beberapa hari lalu saya menerima sms dari sebuah bank. Isinya: sebagai pemegang kartu kredit tertentu (saya malas menyebut nama penerbit kartu kreditnya) saya bisa beli produk elektronik di Carrefour dengan diskon sampai dengan 20%. Kebetulan mesin cuci di rumah sudah rusak. Jadi, pada hari Minggu (15/06), saya pergi ke Carrefour untuk lihat-lihat mesin cuci yang saya butuhkan. Siapa tahu dapat yang murah-meriah plus tambahan diskon. Sebelumnya, saya menelpon layanan pelanggan bank penerbit kartu kredit tersebut untuk memastikan kebenaran sms yang saya terima, sekaligus meminta informasi yang lebih lengkap. Siapa tahu saja ada hal yang tidak disampaikan melalui sms tersebut. Dan informasi yang terima melalui telepon tersebut kelihatannya tidak ada masalah. Semua baik-baik saja. Saya bisa mendapatkan mesin cuci baru dengan diskon 20%.

Ternyata produk elektronik yang mendapat diskon khusus tersebut hanya produk Sharp, tidak untuk produk elektronik merek lain. Itu pun hanya diskon 15%! Sialnya, setelah bertanya-tanya penuh harap kepada pihak Carrefour, tidak ada mesin cuci Sharp yang diskon 20%. (Bagi saya, itu artinya kesempatan saya mendapatkan diskon 5% telah dirampok). Dan segala benefit itu hanya bisa saya dapatkan pada hari itu saja. (Sebagai orang Indonesia, saya hanya bisa bilang, “Untung saya datang hari itu”).

Pelajaran yang saya petik hari itu adalah, pertama, siap-siaplah kecewa bila Anda percaya pada kata “sampai dengan” yang tertera pada promosi dan, kedua, siap-siaplah kecewa pada kata-kata yang tidak spesifik seperti “produk elektronik”, “produk fashion”, dsb.

Untunglah saya masih mendapatkan fasilitas kredit 0% selama 12 bulan.Related articles by Zemanta

Reblog this post [with Zemanta]