Posts Tagged ‘tren media’


KAMIS, 26/2/2009, satu lagi kabar buruk datang dari dunia suratkabar. Pemilik EW Scripps, penerbit The Rocky Mountain News, mengumumkan kegagalan upaya mencari investor baru yang bisa menyelamatkan koran ini. Upaya tersebut telah dilakukan sejak awal Desember tahun lalu. “Today the Rocky Mountain News, long the leading voice in Denver, becomes a victim of changing times in our industry and huge economic challenges,” kata Scripps CEO Rich Boehne. Tahun lalu suratkabar yang telah terbit selama 150 tahun di Denver, Colorado, ini mengalami kerugian sampai $16 juta dolar US. Dan, Jumat (27/2/2009) adalah hari terakhir warga Denver bisa menikmati koran ini.

Ini adalah hari-hari yang buruk bagi dunia suratkabar di Amerika. Nasib The Rocky Mountain News kemungkinan juga akan dialami oleh The Seattle Post Intelligencer, The San Fransisco Chronicle, dan The Tucson Citizen. Satu demi satu suratkabar di Amerika rontok. Sebagian mulai berpikir untuk beralih ke model bisnis online. Faktanya, pada tahun 2007, angka sirkulasi suratkabar di Amerika turun 3%. Dan dalam kurun lima tahun terakhir angka sirkulasi tersebut turun sebesar 8%. Hal tersebut diperburuk dengan penurunan pemasukan dari iklan sebesar 3% pada tahun 2007.

It’s hard to losing the best job in the world. Suasana di newsroom The Rocky Mountain News pada saat penutupan suratkabar tersebut diumumkan. 230 orang staf editorial kehilangan apa yang mereka sebut “pekerjaan terbaik di dunia dan the most amazing family”.

Bila dunia suratkabar di Amerika sedang sekarang, sejawatnya di Eropa juga sedang sakit parah. Angka sirkulasi di Eropa turun 1.9% pada tahun 2007. Menurut sebuah studi, ini adalah karena di kedua belahan dunia itu suratkabar bersaing dengan sangat ketat dan terdesak oleh suratkabar-suratkabar gratis dan internet dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Ini berbanding terbalik dengan angka sirkulasi dunia yang secara keseluruhan meningkat 2,6% pada tahun yang sama berkat pertumbuhan industri suratkabar di Asia, khususnya China dan India. China merupakan pasar suratkabar terbesar di dunia saat ini dengan angka sirkulasi 107 juta eksemplar per hari, diikuti oleh India dengan 99 juta eksemplar terjual per hari, menurut World Association of Newspapers.

Kesenjangan ekonomi dan teknologi nampaknya justru menguntungkan Asia dalam tren ini. Namun, bila memang demikian, dunia suratkabar Asia yang sedang berkembang ini pada saatnya (mungkin 10 tahun ke depan) akan mengalami senjakala juga seperti yang terjadi saat ini di Amerika dan Eropa.
Related articles by Zemanta

Reblog this post [with Zemanta]